Apa Itu Spoofing?
Spoofing berasal dari kata spoof yang berarti meniru fungsi dari program yang asli, hal ini biasanya dilakukan oleh seorang hacker/cracker. Spoof berjalan dalam sistem lokal dan merupakan program hidup yang menampilkan perintah atau tampilan yang palsu kepada pengguna. Menurut Felten et al spoofing dapat didefinisikan sebagai “Teknik yang digunakan untuk memperoleh akses yang tidak sah ke suatu komputer atau informasi, dimana penyerang berhubungan dengan pengguna dengan berpura-pura memalsukan bahwa mereka adalah host yang dapat dipercaya”. Dalam bahasa networking, spoofing berarti pura-pura berlaku atau menjadi sesuatu yang sebenarnya bukan.
Konsep dari spoofing ditemukan karena kelemahan pada stack TCP/IP yang pertama kali diperkenalkan oleh Steven Bellovin pada papernya tahun 1989 “Security Problem in the TCP/IP Protocol Suite”. Penemuan ini memperkenalkan serangan IP spoofing, dimana penyerang mengirimkan pesan ke suatu komputer dengan alamat IP yang menunjukkan bahwa pesan dikirim melalui port komputer yang aman, padahal sebenarnya pesan tersebut dikirim dari komputer penyerang.
Setelah serangan dengan IP spoofing, muncul beberapa bentuk penyerangan seperti DNS spoofing, frame spoofing, form spoofing dan Web Spoofing. Seluruh metode penyerangan ini mempunyai tujuan yang sama yaitu mendapatkan akses dengan cara menyesatkan pengguna.
Macam-Macam Spoofing
1. IP Spoofing
Ini adalah serangan teknis yang rumit yang terdiri dari beberapa komponen. Ini adalah eksploitasi keamanan yang bekerja dengan menipu komputer, seolah-olah yang menggunakan komputer tersebut adalah orang lain. Berikut di bawah ini adalah beberapa komponen dari IP Spoofing:
a. SMURF Attack
Suatu Broadcast ping yang terkirim dan sumber IP dari ping terlihat sama dengan IP address korban. Dalam kasus ini sejumlah besar komputer akan merespon balik dan mengirim suatu Ping reply ke korban. Kejadiannya terus berulang-kali, hingga mesin korban atau link mengalami overload dan dalam kondisi Denial of Service.
b. Prediksi jumlah rangkaian TCP
Suatu koneksi TCP yang ditandai dengan suatu jumlah rangkaian client dan server. Jika jumlah rangkaian tersebut dapat ditebak, para hacker dapat membuat packet dengan memalsukan IP address dan menebak urutan jumlah untuk melakukan hijack koneksi TCP.
c. Prediksi rangkaian melalui pemalsuan DNS
Server DNS biasanya mengquery server DNS lain untuk mengetahui nama host yang lain. Seorang hacker akan mengirimkan suatu request ke server DNS target seolah-olah seperti respon ke server yang sama. Dengan cara ini para hacker dapat membuat client yang mengakses, misalnya situs www.hotmail.com ke server milik sang hacker.
2. Identity Spoofing
Spoofing terjadi ketika penyerang menentukan dan menggunakan alamat IP dari jaringan, komputer atau jaringan komponen tanpa wewenang untuk melakukannya. Sebuah serangan yang sukses memungkinkan penyerang untuk beroperasi sebagai jika penyerang adalah entitas biasanya diidentifikasi oleh alamat IP. Dalam konteks Office Communications Server 2007 R2, situasi ini datang ke dalam bermain hanya jika administrator telah melakukan kedua hal berikut:
- Koneksi dikonfigurasi yang hanya mendukung Transmission Control Protocol (TCP) (yang tidak dianjurkan, karena komunikasi TCP tidak terenkripsi).
- Harus menandai alamat IP dari koneksi tersebut sebagai host yang terpercaya. Ini adalah kurang dari masalah untuk Transport Layer Security (TLS) koneksi, yang secara definisi dienkripsi.
Tindakan pencegahan ini dapat mencegahnya untuk melakukan spoofing alamat IP pada koneksi tertentu (misalnya, hubungan timbal balik TLS). Tapi penyerang masih bisa spoof alamat server DNS yang menggunakan Office Communications Server. Meskipun spoofing ini merupakan ancaman bagi Office Communications Server, tidak ada server dapat lakukan untuk mencegahnya. Mencegah serangan ini membutuhkan TI-infrastruktur dan mitigasi jaringan tingkat.
3. DNS Spoofing
DNS Spoofing adalah salah satu metode hacking Man In The Middle Attack (MITM). Hampir sama konsepnya dengan ARP Spoofing, tapi yang membedakan adalah Attacker akan memalsukan alamat IP dari sebuah domain. DNS adalah Domain Name Server, yaitu server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu Host lewat name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya.
Pencegahan Yang Dapat Dilakukan
Nah, agar kasus seperti itu tidak lagi banyak terjadi, silahkan simak beberapa tips pencengahan menurut jenis-jenisnya di bawah ini:
Pencegahan DNS Spoofing:
DNS spoofing dapat diatasi dengan mendisable recursive query ke name server dengan membuat split DNS yaitu membuat dua name server. Name server utama digunakan untuk menangani domain name dari public domain, sedangkan name server kedua di yang berada di internal network bertugas sebagai cache name server yang bertugas menjawab query dari user yang merequest domain tersebut.
Mencegah ARP Spoofing dengan cara:
- Melakukan pengecekan MAC Address dengan menggunakan tools Colasoft MAC Scanner.
- Scan network, jika terdapat 2 buah IP Address yang sama dengan Gateway putus client tersebut dari jaringan kemudian scan Virus denggn menggunakan antivirus yang Up-to-date virus databasenya.
- Setelah dilakukan virus scanning, dilakukan langkah penutup ini, buka Command prom kemudian ketik: arp –s ip_address_gateway mac_address_gateway lalu tekan tombol Enter.
Mencegah Ip Spoofing dengan cara sebagai berikut:
- Memasang Filter di Router dengan memanfaatkan “Ingress dan Engress filtering” pada router merupakan langkah pertama dalam mempertahankan diri dari spoofing.
- Enkripsi dan Authenfikasi kita juga dapaat mengatasi IP Spoofing dengan mengiplementasikan authentifikasi dan enkripsi data.
Ada beberapa software yang bisa anda install di jaringan untuk mencegah serangan jenis ini. Beberapa software ini antara lain : arpON , xArp (berjalan di windows). Dari sisi anda pengguna jaringan internet ada beberapa saran yang perlu anda perhatikan :
- Untuk aplikasi kritis seperti internet banking, email gmail atau lainnya, Password :
gunakan password yang aman dan tidak menggunakan kata kata yang umum (ada dalam kamus) - Jika tersedia, selalu pilih https dari pada http. Misal di Gmail ada pilihan mau pakai https atau http. (Pada https, paket data pada komunikasi jaringan di encrypt, sehingga ketika terendus pun masih sulit untuk dibaca)
- Pada saat menggunakan https dan browser anda mengeluarkan warning atau peringatan bahwa certificate tersebut tidak valid atau dikeluarkan oleh CA yang tidak termasuk dalam trust anchor, maka anda harus waspada.
- Jangan menggunakan public area computer atau warnet untuk melakukan transaksi financial spt internet banking dll.


